Kantor Berita Internasional Ahlulbait – ABNA – Akun X Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Zimbabwe menanggapi pernyataan berulang Trump dan sejumlah pejabat pemerintahannya mengenai status Selat Hormuz.
Dalam sebuah unggahan bernada sindiran, kedutaan menyatakan: “Selat Trump terbuka, tetapi Selat Hormuz tertutup.”
Sehari sebelumnya, ketika hanya tersisa beberapa jam sebelum pasar-pasar global kembali dibuka, sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat dalam serangkaian wawancara kembali menyampaikan klaim bahwa Selat Hormuz terbuka. Menurut laporan ABNA, pernyataan-pernyataan tersebut disampaikan di tengah upaya pemerintah AS untuk mengendalikan harga minyak.
Scott Bessent, Menteri Keuangan Amerika Serikat, mengulangi pernyataan Trump dengan mengatakan: “Iran mengatakan bahwa jika kesepakatan tercapai, mereka akan membuka Selat Hormuz. Tetapi Selat Hormuz sudah terbuka.”
Pada saat yang sama, laporan tersebut menyebut pemerintahan Trump menghadapi peningkatan kritik domestik dan tekanan akibat naiknya harga bahan bakar serta bahan pangan di Amerika Serikat setelah perang dengan Iran.
ABNA juga menyinggung bahwa Trump sebelumnya, dalam pernyataan bernada simbolis, mengaitkan nama Selat Hormuz dengan dirinya sendiri sebagai “Selat Trump.”
Pada Sabtu, dengan memublikasikan sebuah gambar yang disebut laporan tersebut sebagai gambar rekayasa, Trump kembali mengulangi klaim bahwa Selat Hormuz terbuka.
Komentar Anda